Prodi : Ilmu Administrasi Negara
Kelas : B
URGENSI
FILSAFAT ADMINISTRASI DALAM SEBUAH KEPEMIMPINAN
Dewasa
ini fakta yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa banyak polemik terjadi di
kepemimpinan sebuah organisasi,mulai dari anggotanya sering intervensi terhadap
keputusan atau kebijakan pemimpinya,anggota merasa termarginalkan atau dengan
kata lain ia berasumsi bahwa pemimpinya mengekploitasi
jabatannya(mengatasnamakan kepentingan organisasi padahal kepentingan pribadi),dan
terjadinya kesenjangan sosial antara anggota dengan pemimpin,dimana hal ini
senada dengan apa yang dikatakan oleh James Burham: revolusi politik dan sosial
akan timbul dan diselesaikan,akan tetepi akan
ada revolusi pada abad modern ini yang tidak akan pernah selesai yaitu
“managerial revolution’’ yang akan menimbulkan suatu kelas terpenting dalam
masyarakat yaitu ‘The Managerial class’’ dan hal ini implikasinya jelas akan menghambat
bahkan bisa berakibat fatal terhadap visi misi atau tujuan sebuah organisasi.
Menurut
hemat saya hal demikian solusi salah satunya adalah seorang pemimpin harus bisa
mengimplementasikan dan mangerti apa sebenarnya hakikat dari Filsafat
Administrasi, mangingat memang betapa urgennya pendidikan Filsafat Administrasi
bagi Mahasiswa yang memang sebagai calon leadhership,agen of change dan agen of
control,karena memang didalam Filsafat
Administrasi ada yang namanya Teori X, Y, Z . dan sebulum kita membahas lebih
jauh tentang Teori X, Y, Z.Kita harus terlebih dahulu mengetahui apa arti dari
Teori tersebut.
X:
Diasumsikan sebagai sifat yang negative
Y:
Diasumsikan sebagai sifat yang positive
Z:
Penggabungan/pencampuran antara teori X dengan teori Y
Dan
saya rasa seorang pemimpin harus bisa mengkorelasikan ketiga teori diatas dan
menjadikannya sebagai sebuah landasan,atau dengan kata lain kadang seorang
pemimpin disuatu sisi perlu mengaplikasikan teori X atau anggaplah sikap
otoriter supaya anggotanya tidak melalaikan peraturan yang telah disepakati
dalam sebuah organisasi,dan terkadang juga seorang pemimpin perlu
mengaplikasikan teori Y atau anggaplah sikap demokrtis,atau dapat diartikan
kedudukan/pemimpin dalam sebuah organisasi dianggap hanya sebatas formalitas
dimana hal itu orientasinya tiada lain supaya tidak ada kesenjangan sosial dan
terciptanya kesolidan dalam sebuah organisasi.
dan pasti yang menjadi pertanyaan
besar dalam benak kita adalah: apakah seorang pemimpin hanya perlu
mengaplikasikan teori Z? Perlu kita
ketahui bersama bahwasanya teori Z memang menggabungkan antara teori X dengan Y
tapi ia bingung kapan mau bersikap otoriter,liberal,dan demokratis dengan kata
lain ia tidak bisa mengimplementasikannya. Dan dapat kita tarik benang merah
bahwasanya dalam sebuah organisasi pasti bisa mencapai visi misinya,jika
pemimpinnya dapat mengkorelasikan teori
X, Y,dan Z.